PT. Sakai Indonesia adalah perusahaan pembuat alat berat untuk konstruksi jalan yang memproduksi Vibrating Roller Compactor. Salah satu cara pengendalian kualitas untuk menurunkan tingkat cacat pada produk adalah dengan metode Six Sigma. Six Sigma memiliki lima tahapan yaitu DMAIC yang merupakan singkatan dari Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tingginya tingkat kecacatan produk adalah cacat kulit besi sebanyak 20,70%, cacat pemasangan Bolt kendor 19,75% dan cacat Diameter Stay tidak center sebanyak 19,43%. Dari data cacat yang ada kemudian dilakukan perhitungan DPMO untuk mengetahui tingkat Sigma. Nilai rata-rata DPMO dari bulan April 2018 hingga bulan Maret 2019 adalah 87.350,77 DPMO dengan nilai Sigma 2,86. Dari nilai DPMO dan tingkat Sigma pada PT. Sakai Indonesia menunjukkan bahwa proses pengendalian kualitas di PT. Sakai Indonesia cukup baik, karena masih berada diatas tingkat rata-rata Sigma perusahaan Indonesia, namun masih perlu ditingkatkan hingga mencapai 6 Sigma. Peningkatan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Six Sigma agar dapat mengurangi tingkat cacat produk secara terus menerus dan melakukan pengawasan serta perbaikan pada setiap proses yang dapat menimbulkan kecacatan pada produk. Kata Kunci : Cacat Produk; DMAIC; DPMO; Pengendalian Kualitas; Six Sigma
Copyrights © 2020