Artikel ini menjelaskan tentang proses CEDAR (Community Engaging Difference and Religion) sebuah lembaga swadaya masyarakat untuk menyebarkan ide dan praktek tentang bagaimana hidup bersama yang lain. CEDAR telah berkembang sejak awal dibentuk pada tahun 2003 dengan nama International Summer School on Religion and Public Life (ISSRPL). Namanya berubah menjadi CEDAR pada tahun 2013 dan sejak itu terus mengadakan program pelatihan di banyak negara, antara lain Inggris Raya, Bosnia, Bugaria, Israel, Amerika Serikat, Kenya dan Indonesia. Artikel ini dimulai dengan testimoni dari peserta program CEDAR yang dilakukan di berbagai negara itu selama dua minggu untuk menggambarkan perubahan yang kemudian mereka alami terutama pandangan dan sikapnya terhadap mereka yang memiliki keyakinan yang berbeda. Dari penagalaman program di Bosnia, Krosia dan Israel misalnya kami belajar bahwa perbedaan agama atau antara pemeluk agama dan sekuler sebagai sumber utama konflik namun juga perbedaan suku, golongan dan orientasi seksual juga merupakan sumber ketegangan, intoleransi dan saling curiga satu sama lain. Oleh karenanya, kami memasukkan berbagai faktor tersebut ke dalam program kami. Berbagi pengalaman adalah tempat terbaik untukmemahami perbedaan dibandingkan pelatihan akademis. Penekanan berbagi pengalaman berimplikasi kepada model pelatihan dimana kegiatan akademis dikurangi dan dan lebih diperbanyak kegiatan pembelajaran non akademis misalnya mengerjakan proyek bersama. Artikel ini juga menjelaskan tentang peran ahli antropologi baik dalam teori maupun iplementasinya dalam kurikulum dan kegiatan program CEDAR
Copyrights © 2022