Kurikulum merdeka belajar sudah disosialisasikan lebih dari saru tahun yang lalu. Setiap sekolahan wajib untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut sebagai upaya penyesuaian diri terhadap perubahan. Terlebih lagi untuk sekolah penggerak yang menjadi pelopor sekaligus pilot project perubahan paradigma baru dalam proses pembelajaran. Untuk itu kepala sekolah harus mempersiapkan guru sedini mungkin agar berkompeten dalam mengikuti ritme perubahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik baik secara parsial maupun simultan terhadap kesiapan guru untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden berjumlah 53 guru yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa baik secara parsial motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap kesiapan individu untuk berubah dalam hal ini adalah guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar disekolah penggerak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada kepala sekolah terkait pemberian motivasi kepada seluruh guru sesuai dengan karakteristik dan tahapan yang dibutuhkan. Karena setiap guru memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Kata Kunci: Motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, kesiapan individu untuk berubah, sekolah penggerak
Copyrights © 2022