Abstrak:Aksi terorisme adalah bentuk tindakan pidana yang merupakan suatu penyakit dalam masyarakat, tentunya kejahatan ini berbeda dengan tindakan kriminal lainnya. Mengingat dampak yang ditimbulkannya sangat mencekam dan memiliki trauma tersendiri bagi korban teroris ini. kerugian bukan saja harta benda, nyawa, fisik, tapi juga berdampak pada psikologis. Metode dalam penelitian ini adalah review litaratur hasil analisisnya disajikan secara deskriptif-interpretatif. Tujuan paper ini adalah agar tidak ada lagi mantan napiter yang telah bebas dan kemudian melakukan aksi teror kembali di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu kontribusi keilmuan bimbingan konseling kultural ini bisa menjadi pedoman dalam memberikan upaya kuratif, rehabilitative dan preventif para napiter. Dalam hal ini, salah satu model konseling multicultural yaitu model etnomedikal (ethnomedical model) merupakan tawaran alternative upaya kuratif, rehabilitative dan preventif bagi para napiter yang berada di lapas. Model ini menempatkan individu semisal pelaku teror ini pada konsepsi sakit dalam budaya. model dimensionalnya seperti, Konsepsi sakit (sickness conception), causal/healing belief, kriteria sehat (wellbeing criteria), Body function beliefs, Health practice efficacy beliefs.
Copyrights © 2022