Perahu ketinting merupakan salah satu perahu tradisional yang masih banyak ditemui di pulau Kalimantan terutama di daerah pesisir. Penggunaan terhadap bahan bakar minyak (BBM) perahu ketinting merupakan salah satu tujuan pelayanan pemerintah Kalimantan Utara yang terpenting untuk, meningkatkan kesejahteraan perekonomian para nelayan pesisir dalam usaha menangkap ikan dan sebagai alat transportasi utama. Perahu ketinting listrik yang diteliti merupakan sebuah prototype, yang mana teknologi panel surya sebagai pembangkit energi listrik untuk penggerak baling-baling perahu. Proses pembangkitan energi listrik menggunakan panel surya diawali dengan penyinaran matahari yang cukup, agar dapat diperhitungkan untuk kapasitas penyimpanan daya listrik pada baterai (accu), sehingga kebutuhan akan lamanya penggunaan prototype perahu listrik akan dapat diprediksi. Prototype yang dibuat pada sistem pengendali kecepatan baling-baling perahu ada enam percepatan, dan untuk monitoring kapasitas daya listrik pada accu menerapkan metode analisa what if dengan sistem close loop pada chip mikrokontroller, sehingga program akan dapat membaca nilai masukkan dari sensor voltage untuk data aktual tegangan listrik, arus listrik dan ampere listrik pada accu, selanjutnya akan dikomparasi pada set point untuk dapat ditampilkan sebagai informasi kapasitas daya listrik yang dapat digunakan. Hasil informasi kapasitas daya listrik merupakan data nilai konversi tegangan listrik arus searah atau DC (Direct Current) yang didapat dari accu dengan nilai 12 Volt, menjadi tegangan listrik 220 Volt berarus bolak-balik atau AC (Alternating Current) dengan tingkat kebenaran hingga mendekati 100%.
Copyrights © 2022