Salah satu ciri pembangunan pertanian yang dimiliki Indonesia yang mempunyai potensi sebagian dari sektor pertanian adalah kebijaksanaan dalam menjaga keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri, kaitan yang paling sesuai adalah pengolahan produk-produk pertanian ke dalam pembangunan agroindustri (Banoewidjojo, 1983:3). Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember 2019 dengan mengambil lokasi di Kelurahan Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) efisien dan layak bagi pengrajinnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan mengetahui tingkat efisiensi usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) dari segi teknis, harga dan ekonomis. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah metode sensus dan survei di lapangan. Untuk menguji hipotesis ini digunakan analisis RC-Ratio. Hasil penelitiannya adalah: Rata-rata total biaya usahatani pembuatan egg roll labu kuning (waluh) per orang per hari adalah sebesar Rp. 240.240,-.Rata-rata penerimaan yang diperoleh pengrajin sebesar Rp. 308.571,-. Sedangkan rata-rata pendapatan pengrajin responden per orang per hari yaitu sebesar Rp. 68.331,- .Hal ini dapat membuktikan bahwa usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) memperoleh pendapatan yang positif atau menguntungkan. Nilai R/C Ratio usahatani pembuatan egg roll labu kuning (waluh) adalah 1,28 hal ini dapat dikatakan bahwa usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) tersebut efisien dan layak karena RC-ratio ≥ 1,2. Berdasarkan hasil analisis RC-Ratio 1,28 mengandung makna bahwa dalam setiap 1 korbanan untuk menghasilkan 1,28 penerimaan atau 0,28 pendapatan/keuntungan. Jika dikonversi ke persen maka setiap korbanan 100% untuk menghasilkan 128% penerimaan atau 28% pendapatan/keuntungan.
Copyrights © 2019