Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri minyak atsiri rimpang kencur terhadap bakteri penyebab penyakit gigi dan mulut. Minyak atsiri diisolasi menggunakan metoda destilasi uap air, rendemen yang dihasilkan adalah sebesar 0,465 %. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri uji Streptococcus mutans ATCC 31987, Streptococcus pyogenes ATCC 19615 dan Porphyromonas gingivalis ATCC 33277. Variasi konsentrasi minyak atsiri rimpang kencur yang digunakan adalah 20%, 15%, 10%, 5%. Hasil pengamatan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang kencur (Kaempferia galanga, L) didapat diameter hambat rata-rata pada bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987 berturut - turut 14,7 mm; 11,6 mm; 8,7 mm dan 7,2 mm. Pada bakteri Streptococcus pyogenes ATCC 19615 berturut-turut 19,5 mm; 14,8 mm; 13,8 mm; dan 9,3 mm dan pada bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 berturut-turut 16,3 mm; 13,7 mm; 8,3 mm dan 7,3 mm. Dari data tersebut didapat bahwa konsentrasi 5 % masih menunjukkan adanya zona hambat dan menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang kencur (Kaempferia galanga, L) efektif terhadap bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987, Streptococcus pyogenes ATCC 19615 dan Porphyromonas gingivalis ATCC 33277. Kandungan utama minyak atsiri rimpang kencur yang diperoleh dari identifikasi menggunakan kromatografi gas-spektrofotometri massa (GC-MS) adalah Ethyl Cinnamate (65,98%), Ethyl p-methoxycinnamate (23,65%).
Copyrights © 2022