Peningkatan jumlah peziarah pada kawasan wisata religi Sunan Ampel memberikan keresahan terhadap penduduk setempat terkait lahan yang ada. Meningkatnya peziarah yang datang juga menunjukkan peningkatan terhadap jumlah kendaraan. Pedagang kaki lima yang juga menjadi salah satu faktor kepadatan, membuat Kawasan semakin sempit. Serta kurangnya fasilitas pendukung lainnya yang dapat meningkatkan Kawasan pada sektor pariwisata. Hal ini membuat diperlukannya lahan yang dapat menjadi faktor pendukung Kawasan wisata religi sunan ampel. Metode perencanaan dan perancangan arsitektural yang digunakan adalah pengamatan dari studi banding dengan menganalisa terkait objek Kawasan yang memiliki akulturasi budaya pada bangunan. Tema Akulturasi Budaya dipilih dalam penerapan makna rancangan pada bentuk bangunan pada perencanaan dan perancangan Kawasan wisata religi Sunan Ampel di kota Surabaya. Kawasan wisata religi sunan ampel merupakan perpaduan antara berbagai etnis dan budaya, hal ini diterapkan pada bangunan utama masjid ampel. Akulturasi budaya pada bangunan masjid ampel yang akan diaplikasikan dalam bentuk makna simbolik dan diterapkan pada bentuk bangunan fasilitas pendukung yang letak lahannya terpisah. sehingga terdapat keterkaitan antara bangunan utama dan bangunan pendukung pada Kawasan wisata religi sunan ampel di kota surabaya.
Copyrights © 2022