Jurnal Farmasi Higea
Vol 14, No 2 (2022)

Penghambatan Aktivitas Enzim Aldosa Reduktase dari Senyawa Aktif Daun Tanaman Kelor (Moringa Oleifera L.): Studi In-Silico

Daini Amanah (S1 Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional)
Morani Fauziyah (S1 Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional)
Nindya Rahmasari Putri (S1 Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional)
Hasri Kurnia Afajar (S1 Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional)
Azkiya Fikriyyah (S1 Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional)
Rosario Trijuliamos Manalu (S1 Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2022

Abstract

Di Indonesia, terdapat berbagai macam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya yaitu daun tanaman kelor (Moringa oleifera L.) yang berpotensi sebagai antidiabetes. Proses penemuan obat memerlukan tahapan yang banyak dan waktu yang lama. Salah satu cara dalam mempercepat proses penemuan kandidat obat baru adalah dengan pendekatan secara komputasi secara docking molekular. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah protein 2HV5 pada enzim aldosa reduktase, ligan ZST, dan senyawa aktif pada daun kelor yaitu marumoside A, quercertin, asam ferulat, kaempferol dan asam galat. Berdasarkan validasi metode docking molekuler, diperoleh nilai RMSD 0,8704 Amstrong, dengan hasil best score docking dari masing-masing ligan adalah sebagai berikut: ZST (-126,7120); Pioglitazine (-120,4064); Sitagliptin (-120,056); Marumoside A (-93,78563); Quercertin (-80,9221); Asam Ferulat (-80,2762); Kaempferol (-80,09625); dan Asam Galat (-72,6102), dimana semua ligan memenuhi aturan Lipinski. Dapat disimpulkan bahwa kelima senyawa aktif daun kelor tersebut kurang potensial jika dibandingkan dengan obat pioglitazine dan sitagliptin serta perlu dilanjutkan uji aktivitas in vitro di laboratorium.

Copyrights © 2022