Kanker leher rahim atau lebih di kenal sebagai kanker serviks merupakan salah satu kanker penyebab kematian terbanyak perempuan diseluruh dunia termasuk Indonesia. Kejadian kanker serviks di Lampung masih cukup tinggi, dilihat dari data RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung setiap tahunnya semakin meningkat, yaitu 24 kasus (2014), 92 kasus (2015), 80 kasus (2016), 102 kasus (2017), dan 124 kasus (2018). Jumlah persentase sebaran stadium kanker serviks pada tahun 2018 di RSUD AM meliputi stadium I (15,4%), stadium II (32,2%), stadium III (31,4%), dan stadium IV (21%). Kegiatan deteksi dini kanker serviks merupakan salah satu upaya dalam mengurangi prevalensi angka kejadian kanker serviks. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui analisis sebaran faktor risiko terhadap stadium kanker serviks di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018.Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 124 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist, kemudian dianalisa secara univariat, bivariat dan multivariat yang disajikan dalam bentuk tabel dan teks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia awal hubungan seksual (p=0,001) dengan stadium kanker serviks. Sedangkan riwayat pernikahan (p=0,933), riwayat genetik kanker serviks (p=1,000), riwayat pemakaian alat kontrasepsi oral (pil KB) (p=0,051) dan pendidikan (p=0,071) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan stadium kanker serviks. Berdasarkan penelitian, faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan stadium kanker serviks di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2018 adalah usia awal hubungan seksual. Melakukan pencegahan sejak dini dengan cara melakukan deteksi dini kanker serviks.
Copyrights © 2022