Stunting (tubuh yang pendek) didiagnosis melalui pemeriksaan antropometri. Pada tahun 2017stunting mengalami penurunan menjadi 26,4%. Pada tahun 2018 meningkat menjadi 35,7%. Faktor yang mempengaruhi stunting antara lain karakteristik ibu, pengetahuan dan pemberian ASI, serta asupan makan yang kurang, faktor kemiskinan dan pola asuh anak yang tidak memadai. Dampak yang ditimbulkan antara lain lambatnya pertumbuhan anak, daya tahan tubuh yang rendah, dan kurangnya kecerdasan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu terhadap kejadian stunting pada balita.. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelatif dengan desain Cross Sectional, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 responden menggunakan teknik simple random sampling, analisis bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan umur dan pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada balita (24-59 Bulan) di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar (p>0,05), terdapat hubungan pendidikan ibu, tinggi badan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (24-59 Bulan) di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu, tinggi badan ibu, dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (24-59 bulan) di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Akhirnya diharapkan bagi kepala puskesmas agar dapat menjadikan masukan dalam rangka menyusun rencana sosialisasi pencegahan stunting pada balita.
Copyrights © 2022