Diskursus mengenai kosmologi atau alam semesta belakangan ini mendapat perhatian khusus dalam kalangan intelektualis. Perhatian itu muncul karena alam semesta dipahami manusia secara berbeda-beda. Kebijaksanaan orang Lamaholot mengartikan alam semesta adalah perwujudan diri Ilahi atau disebut sebagai Lera-Wulan Tana-Ekan. Dalam Filsafat khususnya bagi Idealisme Jerman alam semesta diartikan sebagai tempat alienasi diri Roh Absolut. Dari kedua sudut pandang yang berbeda ini, peneliti ingin menganalisis pemaknaan alam semesta itu secara lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif untuk melakukan analisis dua arah. Tujuannya adalah antara kebijaksanaan dan ilmu filsafat dapat berperan sebagai objek formal dan material. Temuannya ialah alam semesta tidak bisa dipungkiri memiliki pemaknaan yang berbeda-beda. Alam semesta bisa dimaknai sebagai wujud dari Yang Ilahi atau Roh Absolut maupun sebaliknya. Di samping perbedaan-perbedaan itu, juga masih terdapat satu dua kesamaan yang bisa diterima secara rasional dan dipertanggungjawabkan.
Copyrights © 2022