Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Dalam pengolahan data batimetri diperlukan beberapa koreksi, salah satunya adalah koreksi pasang surut. Data pasang surut selama ini diperoleh dari pengamatan pasang surut yang dilakukan di stasiun pasang surut selama dilaksanakannya pemeruman. Perkembangan teknologi memberikan metode perekaman data pasang surut menggunakan Global Navigation Satelltie System (GNSS). Dalam tugas akhir ini dilaksanakan perekaman data GNSS yang dipasang pada sounding boat dengan metode Post-Processing Kinematic (PPK). Data yang diperoleh merupakan data tinggi permukaan air dari elipsoid yang kemudian dikurangkan dengan tinggi chart datum terhadap elipsoid. Hasil yang diperoleh kemudian digunakan untuk mereduksi kedalaman pada pengolahan data Multibeam Echosounder (MBES). Hasil dari penelitian ini berupa grafik perbandingan pasang surut GNSS tide dengan tide gauge dan perbandingan angka kedalaman pengolahan data MBES dengan koreksi pasang surut GNSS tide dan tide gauge.
Copyrights © 2022