Sari Pediatri
Vol 24, No 4 (2022)

Hubungan Durasi Terapi Asam Valproat dengan Kadar Asam Folat Darah pada Epilepsi Anak

Fitry Nur Furaida (FKKMK UGM)
Madarina Julia (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta, Indonesia)
Agung Triono (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2022

Abstract

Latar belakang. Penurunan kadar asam folat darah mengakibatkan kondisi perubahan mental, penurunan kognitif, anemia megaloblastik, hiperhomosistein, dan perburukan kendali kejang. Penelitian mengenai efek asam valproat terhadap kadar asam folat belum menunjukkan hasil yang konsisten. Sebagai obat anti epilepsi (OAE) lini pertama pada anak, penelitian pada anak penyandang epilepsi di Indonesia perlu dilakukan.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan durasi terapi OAE asam valproat dan kadar asam folat darah pada anak penyandang epilepsi.Metode. Penelitian potong lintang pada bulan Oktober-November 2021 di poliklinik neurologi anak RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Subjek 28 penyandang epilepsi dengan monoterapi asam valproat, diperiksa kadar serum asam folat setelah puasa 10 jam. Uji korelasi dilakukan dengan metode Pearson. Analisis multivariat regresi linier dilakukan terhadap faktor perancu yang tidak dapat direstriksi. Nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik.Hasil. Sebanyak 28 subjek penelitian dengan rerata durasi terapi 31,04±19,47 bulan. Diperoleh rerata kadar asam folat sebesar 19,5±6,47 ng/ml. Tidak ada hubungan antara durasi terapi dan kadar asam folat (r=0,045, p=0,819).Kesimpulan. Penyandang epilepsi dengan monoterapi asam valproat memiliki kadar asam folat pada rentang normal. Durasi terapi asam valptoat tidak mempengaruhi kadar asam folat.

Copyrights © 2022