Kehandalan sistem proteksi sangat diperlukan demi kontinuitas penyaluran tenaga listrik dan menjaga peralatan dari kerusakan akibat gangguan. Pekerjaan rekonduktoring Tower 26 – 46 Ungaran Mranggen line 2 yang menyebabkan perubahan konduktor dari tipe ACSR (Alumunium Conductor Steel Reinforced) 240/30mm2 menjadi TACSR ( Thermal Alumunium Conductor Steel Reinforced) 410/67 mm2, sehingga terjadi peningkatan kemampuan hantar kawat penghantar menjadi 1600 A. Tujuan dari penelitian ini yaitu resetting ulang relai GFR (Ground Fault Relay) dan OCR (Over Current Relay) merupakan suatu relai yang bekerjanya berdasarkan adanya kenaikan arus yang melebihi suatu nilai pengaman tertentu dalam jangka waktu tertentu, sehingga relai ini dapat dipakai sebagai pola pengaman arus lebih. Perubahan ini berpengaruh dalam setting arus lebih dan relai gangguan fasa ke tanah sehingga nilai setting nya menjadi 1920 A dan 320A, nilai impedansi ekuivalen juga berubah untuk nilai total urutan positifnya menjadi 1.6625+12.29656j W , impedansi urutan negatif 1.6625+12.29656j W, dan untuk urutan nol 1.65842+11.75236j W, dari perubahan impedansi ini mempengaruhi nilai arus hubung singkatnya yang menjadi menyebabkan waktu bekerja relai juga berubah menjadi lebih lambat oleh karena itu dilakukan seting ulang relai pada Bay Mranggen 2 di GI Ungaran.
Copyrights © 2022