Masifnya informasi atau berita di media maya seperti dua sisi mata uang berbeda. Satu sisi, mahasiswa di Bengkulu mudah memperoleh informasi atau berita. Namun, disisi lain, mereka dapat terjebak pada sistem berita tidak layak. Berita tidak layak tidak hanya muncul dari media sosial, tetapi juga media arus utama. Terlebih, saat ini telah memasuki tahun politik. Bias informasi dari sebagian berita berpeluang terjadi. Maka, perlu kader atau duta literasi media yang berkomitmen memberikan pendidikan media kepada masing-masing komunitas atau kelompok di berbagai elemen masyarakat di Bengkulu. Jenis penelitian ini ialah CBR (Community Based Research) dengan metode ABCD (Asset Based Community-driven Development). Melalui metode ini, penulis berupaya menggali potensi terbaik dari perwakilan representatif, kredibel, dan relevan dengan literasi media dan diseminasi berita layak Islami. Mahasiswa representatif dihimpun dari orang terpilih di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di tiga kampus, yakni: UIN FAS Bengkulu, IAIN Curup, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mahasiswa memperdalam pemahamannya tentang perbedaan kerja jurnalistik dengan produk diluar kerja jurnalistik, media berita dan jurnalisme warga, perbedaan misinformasi-disinformasi-berita palsu, konsep dasar jurnalistik Islami berdasarkan prinsip fikih jurnalistik dan etika komunikasi Islam.
Copyrights © 2022