Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dan memiliki kerentanan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Perilaku berisiko pada anak remaja dapat berakibat pada pernikahan dini, kehamilan tidak diharapkan, tindakan kekerasan atau pelecehan seksual, aborsi tidak aman, dan risiko tertular infeksi menular seksual (IMS) termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV). Orang tua memiliki peran signifikan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, serta dalam perilaku anak mereka menghadapi pubertas. Maka penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komunikasi orang tua dan anak remajanya mengenai kesehatan reproduksi dan seksual remaja. Desain yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2015 hingga 2021. Kriteria inklusi dari studi ini adalah studi primer secara kuantitatif dan kualitatif, orang tua yang memiliki anak usia remaja (10 – 24 tahun), dan orang tua tinggal bersama dengan anak remajanya. Sebanyak 7 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi mendapati orang tua masih terbatas dalam membahas topik terkait seksualitas dengan anak remaja. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan komunikasi, anggapan tabu, serta perasaan malu membahas topik tersebut dengan anak mereka. Pemahaman dan komunikasi yang baik antara orang tua dengan remaja dapan menolong menolong anak remaja memiliki pemahaman yang benar juga mengenai tubuh mereka dan mengurangi perilaku yang berisiko.
Copyrights © 2022