Vaksinasi COVID 19 secara aktif meningkatkan daya tahan tubuh seseorang sehingga memutus rantai penularan COVID 19. Persepsi masyarakat mengacu pada teori health belief model yakni persepsi kerentanan, bahaya, manfaat, hambatan, dan tindakan melakukan vaksinasi. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan persepsi masyarakat terhadap penerimaan vaksinasi COVID 19. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, untuk populasi yaitu masyarakat Desa Kolongan dengan total sampel 96 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat untuk pengumpulan data yaitu kuesioner dengan metode analisis data univariat. Hasil penelitian ini yaitu persepsi kerentanan tertular COVID 19 lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 81 responden (84,4%), untuk persepsi bahaya tertular covid 19 masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 94 responden (97,9%). Pada persepsi manfaat vaksinasi COVID 19 masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 86 responden (89,6%), untuk perspsi hambatan masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi kurang baik dengan jumlah 75 responden (78,1%) dan untuk persepsi tindakan melakukan vaksinasi masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 91 responden (94,8%). Kesimpulan penelitian ini yaitu, pada persepsi kerentanan, bahaya, manfaat dan tindakan melakukan vaksinasi, masyarakat memiliki persepsi baik sedangkan untuk persepsi hambatan masyarakat memiliki persepsi kurang baik.
Copyrights © 2022