Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang berada pada urutan pertama dari 10 penyakit tertinggi di Kecamatan Medan Belawan, dimana dalam wilayah kerja Puskesmas Belawan menunjukkan bahwa selama tahun 2018 Kelurahan Belawan Sicanang menunjukkan jumlah kasus yang paling banyak di antara beberapa kelurahan lainnya yaitu sebanyak 30 orang penderita BTA+. Wawancara 5 orang yang terkena TB Paru BTA+ diketahui bahwa tingginya penghuni rumah dan pemukiman mengakibatkan kepadatan hunian yang tinggi dan kondisi luas rumah yang tidak mampu menampung banyaknya hunian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengetahui faktor lingkungan fisik rumah terhadap kejadian tuberculosis di Kelurahan Belawan Sicanang. Subjek penelitian berjumlah 52 orang yang terdiri dari kelompok kasus ada sebanyak 26 orang dan kelompok kontrol juga sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ventilasi ruang tidur dan kepadatan hunian dengan kejadian tuberculosis dengan masing-masing nilai p 0,001 dan 0,000. Ventilasi yang memiliki luas kurang dari 5% luas lantai jelas tidak memenuhi syarat dimana sirkulasi udara tidak berjalan baik, kondisi rumah yang satu dengan yang lain hanya dibatasi satu dinding saja juga membuat posisi ventilasi hanya berada di depan rumah saja. Kepadatan hunian menyebabkan meningkatnya risiko penularan penyakit khususnya tuberculosis. Responden diharapkan dapat memperhatikan sirkulasi udara dan mengupayakan penetrasi sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah dengan membuka jendela dan pintu ketika berada dalam rumah, dan memisahkan penderita tuberculosis agar tidak kontak langsung dengan penghuni rumah yang sehat.
Copyrights © 2022