Fokus tulisan ini adalah panggilan dan perutusan kaum awam Katolik di tengah merebaknya disrupsi digital. Kehadiran media digital telah mempengaruhi pendar-pendar kehidupan manusia-manusia saat ini. Media digital mempengaruhi cara manusia dalam bertindak, berpikir bahkan cara beriman kepada Tuhan. Di tengah maraknya media digital, panggilan untuk menjadi imam maupun biarawan/biarawati semakin berkurang. Menyadari akan hal ini kehadiran kaum awam dalam membangun Gereja sangat dibutuhkan. Selain kurangnya panggilan untuk menjadi imam, biarawan/biarawati, kaum awam jugalah yang mengalami secara langsung disrupsi digital saat ini. Metodologi yang digunakan dalam menggarap tulisan ini adalah analisis kritis atas fenomena merebaknya disrupsi digital dan pengaruhnya terhadap cara beriman seseorang. Temuan dari studi ini adalah: 1) kaum awam sebagai agen pembaharuan, 2) kaum awam diutus untuk menjadi rasul dalam keluarga, dalam komunitas Gereja, dalam kalangan anak muda dan dalam masyarakat secara keseluruhan.
Copyrights © 2022