Teluk Tapanuli yang kini dikenal dengan Sibolga telah dikenal seiring pertumbuhan pelabuhan Barus sebagai pusat perdagangan internasional. Tercatat ratusan kapal dari berbagai belahan bumi datang berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan kuno yang tersebar di negeri di bawah angin hanya untuk mencari komoditas langka yang berharga, seperti kapurbarus, kayu gaharu, emas dan kemenyan. Berdasarkan data penelitian para arkeolog dan sejarawan, wilayah pesisir Tapanuli, merupakan pelabuhan kedua setelah Barus yang berperan menghubungkan antara pasokan komoditi dari pantai Timur dan Barta Sumatera. Dari hasil desk study, dengan mengunakan metode kualitatif simpul kemaritiman Tapanuli sebagai penghubung antara pantai timur dan barat dicoba diuraikan. Pada titik interpretasi, teluk Tapanuli, yang kini dikenal dengan Sibolga, sejak era Barus juga telah hadir sebagai pelabuhan dagang yang memiliki peran.
Copyrights © 2021