Pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia berpotensi melakukan pelanggaran kedisiplinan yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti inisiatif diri yang kurang, wawasan pengetahuan kurang, kualitas soft-skill dan hard-skill rendah, terlalu banyak pekerjaan yang diambil, dan waktu kerja yang berlebih. Penelitian Soelaiman et al. (2022) pada 42 PNS di lingkungan politeknik negeri se-Indonesia memberikan model yang berbeda, berdasarkan hasil analisis structural equation modelling-partial least square (SEM-PLS) tidak ada faktor-faktor tersebut yang mempengaruhi PNS melakukan pelanggaran kedisiplinan, namun hasil analisis data mining menjelaskan sebaliknya. Studi ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research) untuk menjelaskan dan menganalisis kelima faktor tersebut yang mempengaruhi kedisiplinan. Metode penelitian yang digunakan regresi linear berganda metode stepwise. Hasil studi menjelaskan hanya faktor tidak kompeten pada variabel kedisiplinan yang tidak mempengaruhi PNS melakukan pelanggaran kedisiplinan (nilai p > 0,05). Studi ini dapat memberikan model terbaik untuk faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran kedisiplinan bagi PNS di lingkungan PN yang ada di Indonesia.
Copyrights © 2022