Dalam menghasilkan asuhan keperawatan yang baik, perawat harus mampu melakukan teknik pengkajian dengan tepat. Harapannya data pengkajian yang ditemukan bisa menjadi bukti dan dasar suatu diagnosa keperawatan ditegakkan. Salah satu teknik pengkajian yang paling penting adalah teknik pengkajian fisik. Perawat di wisma lansia, juga penting dalam melakukan pengkajian fisik yang tepat, guna memonitor keadaan penghuni wisma dengan gangguan diagnosa medis tertentu, harapannya diagnosa keperawatan juga dapat ditegakkan dengan tepat. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengasah kembali skill perawat wisma lansia dalam melakukan pengkajian Fisik head to toe yang tepat. Metode yang digunakan adalah edukasi materi, kemudian demonstrasi, lalu dievaluasi dengan redemonstrasi oleh setiap peserta dan dinilai menggunakan Tool SOP Pemeriksaan Fisik. Peserta yang mengikuti ada 10 perawat, 6 adalah lulusan perawat dan 4 adalah tenaga bantu pelayanan keperawatan yang sudah lama bekerja sebagai caretaker di wisma tersebut. Hasil yang didapatkan berdasarkan evaluasi redemonstrasi ditemukan nilai terendah untuk pemeriksaan fisik terletak pada teknik pengkajian dada yaitu untuk mengkaji jantung dan paru juga abdomen. Program pelatihan ini bekerja sama dengan Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Kota Semarang.
Copyrights © 2022