Salah satu permasalahan gizi nasional yang perlu mendapat perhatian khusus adalah stunting. Dampak stunting mengancam masa depan Indonesia dan bisa menghambat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi. Rumah tangga dengan orang tua perokok kronis memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak yang tinggal bersama, yaitu cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak pada orang tua yang tidak merokok. Kabupaten Bogor menempati urutan ketujuh tertinggi prevalensi stunting. Permasalahannya adalah banyaknya masyarakat yang belum mengetahui kaitan merokok dengan stunting serta usia rata-rata mulai merokok di Kabupaten Bogor berada pada rentang usia 10-14 tahun. Dengan demikian perlu adanya sosialisasi bahaya rokok berupa media promosi kesehatan, penerapan Kawasan Dilarang Merokok (KDM) dan edukasi dampak konsumsi rokok terhadap perekonomian. Dengan adanya pemahaman oleh warga mengenai kaitan perilaku merokok dan stunting, dapat meningkatkan kesadaran untuk menghindari kegiatan merokok, kesadaran menjaga udara dari pencemaran asap rokok di wilayah Kecamatan Tenjolaya dan kesadaran orang tua dapat lebih bijaksana untuk mengatur pengeluaran rumah tangga.
Copyrights © 2023