Mutasi virus penyebab COVID-19 yang terjadi terus menerus serta kebutuhan untuk pembentukan antibodi yang lebih tinggi dalam waktu singkat menjadi urgensi di kondisi pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil KIPI pada pemberian vaksin inactivated yang dilanjutkan dengan mRNA (heterolog) pada tenaga kesehatan di RS ‘X’. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah 126 tenaga kesehatan di RS ‘X’ yang mendapatkan vaksin heterolog pada bulan Agustus 2021, yaitu platform inactivated (2 dosis) dan platform mRNA (1 dosis). Analisis data berupa uji proporsi untuk melihat nilai odds ratio terjadinya KIPI pada kelompok usia 23-29 tahun dan >30 tahun. Demam, nyeri kepala, dan bengkak pada area penyuntikan didapatkan sebagai KIPI terbanyak pada tenaga kesehatan di RS ‘X’. Tidak ada perbedaan risiko terjadinya KIPI pada kelompok usia 23-29 tahun dan > 30 tahun. Kelompok usia 23-29 tahun memiliki efek protektif sebesar 67% terhadap terjadinya KIPI mual dibandingkan usia > 30 tahun.
Copyrights © 2022