Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an adalah karya al-Syahid Sayyid Quthub, seorang pemikir Islam fundamentalis. Tafsir yang juga disebut Zhilal memiliki keunikan tersendiri karena ditulis selama penulisnya menjalani tahanan politik atas tuduhan makar oleh gerakan Ikhwan al-Muslimin. Apakah materi tafsir Zhilal terpengaruh oleh subyektifitas Quthub yang ketika itu dibawah tekanan penguasa Mesir? Pertanyaan inilah yang akan diuji dalam artikel ini melalui pendekatan sosio-politik dengan analisis wacana (content analysis). Berdasarkan metod tersebut ditemukan bahwa Sayyid Quthub adalah sosok yang selain produktif dalam menulis, juga aktif langsung dalam gerakan-gerakan dakwah dan politik. Radikalisme Quthub juga yang menggiringnya keluar masuk penjara hingga akhirnya divonis mati oleh pemerintah Mesir. Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an digolongkan oleh para pakar tafsir ke dalam tafsir bercorak sastra dan sosial (al-adab al-ijtima‘i). Dan ternyata, tafsir yang ditulis oleh Sayyid Quthub begitu kental dengan pengaruhnya sebagai muslim militan dan radikal, serta pengaruh social politik ketika tafsir ditulis
Copyrights © 2013