Lahirnya pemikiran tentang etika bisnis berdasarkan atas realitas bisnis yang cenderung mengabaikan etika. Sisi lain, bisnis merupakan aktivitas ekonomi yang bertujuan memperoleh keuntungan menurut hukum ekonomi klasik, modal yang sedikit dan memperoleh keuntungan yang besar. Kemungkinan, hukum itulah yang menyebabkan pelaku bisnis meninggalkan etika dan hanya berorientasi kepada keuntungan semata. Sebagai ajaran yang integratif, al-Qur’an telah menggambarkan secara global tentang bisnis Islam, akan tetapi Hadis lebih menjelaskannya secara lebih terinci di dalam berbagai kitan Hadis. Alasan inilah, artikel menyoroti tentang etika bisnis dari perspektif Hadis. Ini sekaligus menolak anggapan bahwa aktivitas bisnis tidak terkait dengan bisnis. Di samping itu, artikel ini bermaksud mengembangkan prinsip-prinsip etika bisnis di dalam Hadis. Agar tujuan tercapai, penulis menggunakan 9 kitab hadis sebagai sumber data primer. Penelitian ini adalah kualitaif dengan metode analisis tematik, historis dan perbandingan. Melalui metode tersebut ditemukan bahwa etika bisnis dalam Hadis meliputi kejujuran (shiddiq), kepercayaan (amanah), keadilan dan keseimbangan (‘adl), toleransi (tasamuh), dan bebas memilih (khiyar). Prinsip-prinsip ini telah dipraktekkan oleh Nabi sebelum diangkat sebagai Rasulullah.
Copyrights © 2015