Artikel ini mengkaji tentang dimensi profetik kerasulan Muhammad dalam berdakwah sebagai yang terdapat dalam QS. Al-Ahzab/33 : 45-46. Kajian ini menggunakan metode tahlili dengan melihat makna mufradat ayat,munsabah ayat, serta mengemukakan berbagai pandangan mufassir terkait ayat ini. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa dimensi profetik kerasulan Muhammad dalam menyampaikan risalah kenabiannya kepada umat manusia sesuai dengan level pengetahuan masyarakat yang dihadapinya yaitu;Pertama, sebagai syahidan(saksi kebenaran) kepada seluruh umat manusia. Kedua, sebagai mubasysyiran (pemberi kabar gembira), sebagai inspirator sekaligus pemberi solusi dari berbagai problematika kehidupan. Ketiga, sebagai nadziran (pemberi peringatan) agar manusia tetap konsisiten menjalankan kebajikan dan menegakkan keadilan dan tidak terjebak dalam kesesatan. Keempat, sebagaidaaiyan ila Allah(Penyeru kepada Allah untuk menyadarkan manusia tentang pentingnya menjaga keutuhan umat sekaligusmembina kualitas sesuai peradaban yang diinginkannya. Kelima, sebagai Sirajan muniran (Obor atau cahaya yang menerangi) kegelapan sosial dan kegersangan spritual yang terjadi.
Copyrights © 2020