Jurnal Psikologi Indonesia
No 01 (2008): Jurnal Psikologi Indonesia No.1, 2008

BIAS HEURISTIK DALAM PROSES PENILAIAN DAN PENGAMBILAN STRATEGI TERORISME

Milla, Mirra Noor ( Universitas Gajah Mada)



Article Info

Publish Date
23 May 2015

Abstract

Membunuh warga sipil di luar wilayah konflik sebagai upaya jihad merupakan keputusan yang tidak manusiawi. Teori Keterbatasan Rasionalitas menganggap bahwa pengambil keputusan dibatasi oleh informasi yang kurang memadai tentang sifat dasar permasalahan dan solusi yang mungkin diperoleh, maka pengambil keputusan akan bersandar pada prinsip heuristik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana keyakinan agama yang dimiliki memberi pengaruh pada bias heuristik dalam proses penilaian dan pengambilan keputusan strategi terorisme sebagai jihad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan utamanya adalah terpidana kasus terorisme di Indonesia yang telah mendapat putusan tetap pengadilan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi yang diambil dari hasil wawancara, biografi dan catatan tentang kisah hidup dari para pelaku aksi terorisme di Indonesia. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: pertama, terdapat kepercayaan tentang sangat pentingnya melakukan jihad dalam Islam, yang representasinya diperoleh dari ayat-ayat Al Qur’an, hadist dan tarikh Islam, dan diyakini dengan kuat oleh pelaku aksi terorisme. Kedua, faktor situasional dan kontekstual berupa tekanan dari pemerintah yang menghalangi penerapan syariat Islam, penganiayaan terhadap umat Islam di berbagai penjuru dunia oleh kelompok non Islam, dan ketidakadilan dalam kondisi terbatasnya pilihan akan sumber daya menyebabkan mereka mengandalkan pada prinsip heuristik dalam penilaian dan pengambilan keputusan untuk melakukan jihad. Ketiga, terdapat cara memposisikan masalah yang bias, bias persepsi, terlalu percaya diri, serta terlalu cepat mencapai konsensus dan konformitas kelompok (groupthink). Keempat, terdapat perbedaan evaluasi diri dari para pelaku setelah ditangkap berdasarkan kompetensi dan pengetahuannya akan permasalahan secara keseluruhan. Pemimpin yang memiliki informasi lebih banyak tentang permasalahan yang dihadapi cenderung bertahan dengan keyakinannya dan tidak menyesali tindakannya dibanding partisipan atau anggota kelompok yang kurang memiliki informasi yang memadai tentang permasalahan ketika keputusan dibuat. Secara keseluruhan terdapat implikasi bahwa adanya keyakinan yang kuat yang mendasari pengambilan keputusan cenderung melahirkan bias heuristik yang sistematik daripada profitable.Kata kunci: bias heuristik, pengambilan keputusan, strategi terorisme

Copyrights © 2008