Jurnal Psikologi Indonesia
No 01 (2008): Jurnal Psikologi Indonesia No.1, 2008

MEMBANGUN BUDAYA DAMAI BERKESINAMBUNGAN: PENDEKATAN TEORI IDENTITAS SOSIAL, ETNOSENTRISME DAN PSIKOLOGI KOMUNITAS DI POSO, SULAWESI TENGAH

Savitri, Setiawati Intan ( Universitas Gajah Mada)



Article Info

Publish Date
23 May 2015

Abstract

Konflik di kabupaten Poso telah berlangsung berkepanjangan. Berdasarkan realitas tersebut, terciptanya budaya damai yang berkesinambungan adalah hal yang sangat didambakan terjadi di daerah konflik. Teori identitas sosial dan etnosentrisme memiliki pandangan yang unik terhadap relasi antar kelompok. Etnosentrisme melihat bahwa relasi antar kelompok umumnya terjadi karena kecenderungan kelompok memandang dirinya sebagai pusat dari segalanya sehingga terjadi in-group favouritism, dan menjadikan hal tersebut untuk mengukur hal-hal diluar kelompoknya, sehingga terjadi out-group derogation. Teori identitas sosial melihat bahwa individu cenderung mendefinisikan diri untuk memperluas dan mengembangkan diri dalam kelompok sosial dan cenderung untuk mencari identitas sosial yang positif. Kedua teori ini merupakan salah satu cara untuk menjelaskan relasi kelompok yang memungkinkan terjadinya konflik dan dari teori tersebut pula dapat dikembangkan upaya intervensi untuk meredakan konflik. Intervensi tersebut dapat dilakukan dengan dua cara: pertama, membangun kontak yang kooperatif antar kelompok, kedua, melakukan perubahan struktur dari kategori sosial yang ada. Psikologi komunitas sebagai salah satu pendekatan dalam psikologi menjadi salah satu cara untuk menciptakan budaya damai, sebab dengan memperhatikan aspek-aspek yang dimiliki komunitas setempat, upaya perdamaian akan lebih dapat diterima oleh semua pihak yang sedang berkonflik. Elemen-elemen penentu dalam penyelesaian konflik, yakni pemerintah, militer, dan masyarakat setempat, memiliki peran penting dalam pengembangan budaya damai dengan berdasarkan prinsip-prinsip intervensi psikologi sosial dan psikologi komunitas. Pemerintah berperan secara struktural untuk memahami masyarakatnya dan mengembangkan masyarakat, militer berperan sebagai pihak yang netral dan melindungi semua pihak, dan masyarakat diharapkan bersedia untuk menerima dan berpartisipasi dalam upaya-upaya perubahan menuju perdamaian.Kata kunci: budaya damai, identitas sosial, etnosentrisme, konflik, psikologi komunitas.

Copyrights © 2008