Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) memberi pengaruh besar terhadap perekonomian di Indonesia, salah satunya adalah pelaku UMKM. Difabel Zone merupakan pelaku UMKM kelompok disabilitas di bidang pembatikan. Penyandang disabilitas sangat berisiko tinggi terhadap penularan COVID-19 karena keterbatasan pemahaman maupun akses informasi yang didapatkan tentang upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan, persepsi dan praktik individu dalam upaya pencegahan COVID-19 selama masa pandemi pada Difabel Zone Yogyakarta tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Health Belief Model (HBM) yang dilakukan dengan wawancara secara online menggunakan aplikasi zoom meeting. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dengan dugaan awal yang menyatakan penyandang disabilitas terbatas dalam mengakses informasi, namun pada kenyataannya informan memiliki pengetahuan yang cukup dalam memahami penyebab, cara penularan dan pencegahan COVID-19. Pada persepsi kerentanan sebagian besar memahami bahwa siapa saja bisa rentanan terhadap COVID-19 serta dampak yang ditimbulkan. Persepsi ancaman COVID 19 sangat berbahaya bagi kesehatan karena resiko tertular, juga berdampak pada perekonomian mereka. Namun persepsi keuntungan informan menganggap bahwa pencegahan COVID-19 sangat besar manfaatnya. Pada persepsi hambatan informan mengganggap bahwa teman atau orang terdekat serta pengunjung yang datang ke workshop dapat menghambat dalam melakukan pencegahan COVID-19. Sedangkan pada persepsi kemampuan diri informan sebagian besar mengatakan bahwa dengan percaya diri dan berdoa mampu mencegah COVID-19. Pada praktik individu rata-rata informan menganggap bawa perilaku pencegahan COVID-19 merupakan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2022