Jurnal Manajemen Risiko
Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI

ANALISIS RISIKO PELAYANAN PASIEN LAMA TERHADAP PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 (STUDI KASUS : RS YADIKA PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR)

Jeffry Albert Silaen (Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia)
Indra Gunawan (Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia)
M.L.Denny Tewu (Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2021

Abstract

ABSTRAKManajemen Risiko merupakan aktivitas manajemen didalam mempersiapkan strategi untuk merespon risiko atau kejadian yang tidak diinginkan muncul. RS Yadika Pondok Bambu dalam menjalankan kegiatan bisnis pelayanan Rumah sakit akan melewati tahapan didalam proses bisnis pelayanan Rumah sakit yaitu pendaftaran, pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poliklinik Penyakit dalam,ketidakmampuan mendiagnosa pasien DM Type 2 dan Terapi. Penelitian ini menggunakan tahapan manajemen risiko yang dimulai dari Identifikas risiko disetiap tahapan proses bisnis penjualan perumahan dengan menggunakan diagram fishbone didapati ada 10 item risiko dari setiap tahapan yang terbagi dari 2 item risiko di tahapan pendaftaran, 3 item pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poli Penyakit dalam, 2 item risiko ketidakmampuan mendiagnosa pasien DM Type 2 dan 3 item risiko di Terapi. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur risiko dengan menghitung peluang dan dampak dari risiko tersebut dan dengan tabel Heat Map hasil perkalian antara peluang dan dampak dari risiko – risiko di setiap tahapan proses bisnis pelayanan Rumah Sakit diketahui bahwa nilai Risk Assesment Matrik berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Dan diakhiri dengan menggunakan diagram Treshold of Risk Level diketahui tekhnik pengelolaan risiko yaitu dengan Avoidance atau menghindari risiko tersebut yang dipergunakan merancang strategi untuk merespon risiko. Dan dari penelitian ini diperoleh strategi respon risiko untuk tahapan pendaftaran adalah sebelum melakukan pelayanan kepada pasien, Rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan survey secara langsung dan teliti, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak pelayanan medis, penunjang medik, medical record dan Apoteker serta sosialisasi secara resmi serta transparan informasi sesuai prosedur yang berlaku kepada semua dokter Spesialis penyakit dalam dan pihak lain. Tahapan kedua yaitu pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poliklinik Penyakit dalam dengan strategi respon risiko adalah mengkaji ulangruang tunggu yang sesuai dengan standart yang berlaku, pemeriksaan dasar yang sesuai dan ruang periksa yang sesuai dengan standar yang berlaku. Strategi Respon risiko tahapan keidakmampuan mendiagnosa penyakit DM type 2 adalah koordinasi dengan pihak dokter spesialis penyakit dalam agar memeriksa pasien sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta koordinasi dengan kepala penunjang medic untuk menyediakan pemeriksaan penunjang. Dan untuk tahapan terapi respon risikonya adalah perlu koordinasi antara apoteker dengan dokter spesialis penyakit dalam serta pasien dalam menyedikan terapi yang dibutuhkan.Kata kunci : manajemen risiko, proses bisnis, strategi respon risiko

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

mr

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management

Description

Jurnal Manajemen Risiko merupakan jurnal ilmiah bagi para ahli manajemen  dan akuntansi khususnya berkaitan dengan manajemen risiko. Isi dan konten jurnal ini berdasarkan hasil penelitian, kajian pustaka dan analisa yang menggunakan metode ilmiah yang terukur. Jurnal Manajemen Risiko ini ...