Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna ideasional literasi kebijakan Kementrian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi terkait pembelajaran pada masa pandemi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik sistemik fungsional dalam mengkaji makna eksperensial dan makna logis dalam makna ideasional. Data penelitian ini berupa klausa yang diperoleh dari hasil literasi teks Surat Edaran Kemdikbudristek. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deksriptif. Data penelitian ini berupa tulisan dari frasa, kalimat, klausa hasil literasi Surat Edaran Kemdikbudristek. Sumber data penelitian ini merupakan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Kemdikbudristek terkait pembelajaran pada masa pandemi tahun 2020-2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data, yaitu reduksi kata, penyajian kata, penyimpulan dan verifikasi hasil penelitian. Hasil temuan dalam penelitian ini berupa bentuk makna ideasional dilihat dari transivitas yang terdiri atas proses, partisipan, dan sirkumstan. Proses material: cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Proses mental: mengetahui metode pembelajaran. Proses verbal: memastikan diri dalam keadaan sehat, melakukan karantina mandiri, dan melakukan tes swab. Proses rasional: diharapkan dapat menjadi duta perubahan perilaku. Proses behavioral: batuk dan pilek. Proses wujud/eksistential terjadi klaster penularan Covid-19; Sedangkan partisipan berupa pengindera, sasaran (target), penyandang, petingkah laku; Selanjutnya sirkumstan berupa adverbia waktu dan adverbia tempat.Kata Kunci: Linguistik Sistemik Fungsional, Kebijakan Kemdikbudristek, Makna Ideasional.
Copyrights © 2022