Banyak praktek perawatan kehamilan berdasarkan budaya jawa yang bertentangan dengan kesehatan, penelitian ini bertujuan mengetahui praktek perawatan kehamilan berbasis transkultural pada keluarga Jawa di Desa Pohijo,Ponorogo. Penelitian ini adalah kualitatif desain fenomenologi. Pemilihan partisipan secara purposive. Hasil penelitian menggambarkan praktek budaya yang seharusnya diretrukturisasi karena bertentangan dengan kesehatan antara lain: tidak makan buah salak, tidak makan sayur nangka dan kluweh, tidak memotong/membunuh hewan, tidak makan didepan pintu, tidak makan dengan cara digigit.. Peran penting tokoh masyarakat untuk dilibatkan merestrukturisasi budaya yang bertentangan dengan kesehatan.
Copyrights © 2020