Interaksi obat adalah sesuatu yang harus diperhatikan pada pasien yang mendapatkan jenis obat dalam jumlah yang banyak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana dalam penanganannya biasanya memerlukan lebih dari satu obat. Sehingga pasien hipertensi akan rentan mengalami kejadian efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan mengambil 90 sampel data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi periode Oktober-Desember 2021. Potensi interaksi obat dianalisis berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahan interaksi obat menggunakan aplikasi IBM Micromedex®, www.drugs.com dan jurnal-jurnal pendukung. Dari 90 resep yang dianalisa 56% pasien masuk dalam kategori lansia lanjut dan manula. Resep obat antihipertensi Didapatkan 34 resep (36%) berpotensi mengalami interaksi obat. Semua resep 100% mengalami mekanisme interaksi secara farmakodinamik. Berdasarkan tingkat keparahannya, didapatkan 12% resep berpotensi mengalami interaksi mayor serta 88% resep berpotensi interaksi moderate. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38%. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengobatan hipertensi pada penelitian ini sebanyak 73 % menggunakan kombinasi 2 antihipertensi. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. Tingkat keparahan yang terjadi adalah keparahan mayor 12% dan keparahan moderate 88%. Dimana kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interaksi antara obat hipertensi adalah moderate, sehingga perlu pengawasan dalam penggunaannya.
Copyrights © 2022