Makalah yang merupakan hasil dari pengabdian masyarakat berbasis pesantren ini berusaha untuk memberikan penjelasan tentang upaya optimalisasi asset berharga pondok pesantren yang dalam era revolusi industri 4.0 mendapatkan tantangan baru. Pesantren dituntut untuk konsisten melestarikan tradisi luhurnya mengajarkan kitab kuning dan pada saat yang sama juga dituntut dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi. Upaya melestarikan tradisi ngaji kitab kuning yang semakin langka peminat ini sangatlah penting agar bisa compatible dengan tuntutan di era digital di era sekarang ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Asset Based Community Development (ABCD) yaitu suatu pemberdayaan kepada masyarakat dengan menggunakan asset. Pendekatan ini berbasis pada pemanfaatan aset dan potensi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren mitra UIN Saizu, khususnya Pondok Pesantren Fatkhul Mu’in Purwokerto, Pondok Pesantren Al-Hidayah Purwokerto dan Pondok Pesantren Al-Ikhsan Banyumas). Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa pondok pesantren yang bermitra dengan UIN Profesor KH. Saifudin Zuhri (Saizu) Purwoekrto mempunyai asset yang bisa dioptimalkan dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan ngaji kitab kuningnya. Sejak masa pandemi, pondok pesantren mitra UIN Saizu telah mempunyai persiapan untuk menfasilitasi kegiatan ngaji kitab kuning secara daring. Melalui pendampingan yang kami lakukan, pondok pesantren mitra UIN Saizu mampu melakukan pemetaan asset yang dimiliki sehingga menjadi pendorong untuk mengoptimalkan asset-asetnya baik asset sumber daya manusianya, jaringan sosial, asset fissik dan tradisi yang dimiliki. Selama pendampingan telah muncul digitalisasi ngaji-ngaji kitabnya dan di share melalui media sosial yang kini marak di dunia maya
Copyrights © 2023