Identifikasi frasa “dua puluh empat tua-tua” dalam Wahyu 4:4 telah menjadi suatu topik perdebatan hangat dalam sejarah penafsiran buku Wahyu dan telah berlangsung berabad-abad. Para ahli telah memperdebatkan identifikasi 24 tua-tua ini dan masih menyampaikan pendapat yang berbeda-beda. Beberapa pakar berpendapat bahwa 24 tua-tua ini adalah mahluk-mahluk sorgawi yang melayani di tahta Allah. Namun sebahagian berpendapat mereka adalah manusia yang telah naik ke sorga. Perbedaan pendapat ini menimbulkan keingintahuan untuk meneliti lebih lanjut siapa sebenarnya 24 tua-tua tersebut. Apa yang teks asli alkitab katakan dan merujuk kepada kepada siapa Yohanes ketika menulis Wahyu ini adalah pertanyaan yang memerlukan studi lebih dalam agar dapat menginterpretasi penglihatan sorgawi ini dengan benar. Melalui metode eksege, studi ini berusaha untuk menemukan jawaban akan pertanyaan tersebut. Studi konteks historis dan literatur yang telah dilakukan dalam paper ini mengambil kesimpulan identifikasi mereka .
Copyrights © 2017