Terminologi dosa dan kasih karunia (Yunani: hamartia dan charis ) adalah dua tema penting dalam pemikiran Paulus khususnya dalam buku Roma. Kedua kata ini digunakan berulangkali dan lebih banyak dibandingkan dengan penggunaannya dalam buku-buku Paulus lainnya. Dari 91 kali pemakaian kata hamartia dalam keseluruhan buku-buku karangan Paulus, sebanyak 24 kali dia gunakan hanya dalam buku Roma, sedangkan untuk kata charis, dari 105 kali kemunculannya dalam tulisan-tulisan Paulus, sebanyak 24 kali muncul. Latarbelakang kemunculannya secara berulang dan paling sering dalam buku Roma disebabkan signifikansi kedua terminologi dalam kitab ini. Menurut kitab Roma dosa telah mengakibatkan hal yang sangat buruk bagi manusia dan telah mengakibatkan perpisahan dengan Allah. Karena dosa manusia kehilangan kemulian Allah dan terancam dibawah ancaman kematian kekal tetapi dalam kasih-Nya telah memberikan kasih karunia (charis) kepada manusia sebagai penawar dari keadaan keberdosaan tersebut. Pemberian kasih karunia ini memungkinkan manusia untuk dibebaskan dari ancaman yang diakibatkan oleh dosa. Namun sayang dalam gereja Roma sebagai tujuan surat ini dan juga sepanjang zaman Kekristenan banyak orang yang salah menafsirkan dan menyalahgunakan terminologi ini. Hubungan kedua kata ini tidak dimengerti dengan jelas sehingga banyak yang berpendapat bahwa Kasih Karunia membebaskan manusia dari dosa sekalipun tetap hidup didalamnya. Namun Dalam exposisi buku Roma Paulus menunjukkan bahwa Kasih karunia ini adalah sebuah pembenaran dari Allah melalui iman atas apa yang Allah lakukan untuk keselamatan manusia dan menegaskan bahwa Kasih karunia bukanlah sebuah justifikasi bagi seseorang untuk tetap hidup dalam dosa, melainkan apabila seseorang sudah menerimanya maka haruslah dilanjutkan dengan proses yang disebut dengan penyucian.
Copyrights © 2018