Kepemimpinan seorang pendeta dapat dilihat dari kualitas kerohanian dan pelayanannya kepada anggota jemaat, jika seorang p-endeta menunjukkan kualitas yang baik dalam kepemimpinan dan kerohaniannya maka gereja akan bertumbuh secara rohani maupun kuantitas. Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah kehadiran pendeta yang memiliki masalah, baik dalam kualitas kepemimpinan maupun Dallam kerohanian mereka. Ditulis dalam Mazmur 23:1-6, Yehezkiel 34:1-30 dan Yohanes 10:1-15. Ketika seorang pendeta mengulangi dan menyadari bahwa ia telah menerima panggilan diawal pelayanannya, maa itu aan membantu meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kerohaniannya. Karena itu seorang pendeta menuntut dua hal: berkomitmen pada panggilan yaitu misi seorang pendeta, gereja dan organisasi untuk memberikan kepemimpinan yang positif dan pengaruh rohani untuk mempengaruhi anggota jemaat dalam mencapai tujuan gereja dan organisasi. Alhasil, anggota siding akkan bekerja bersama dengan pendeta dalam mencapai misi gereja Allah di bumi ini. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang digunakan untuk menguji hipotesis dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan subjekk yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian di jemaat Maranatha Simalingkar Medan,maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif antara kepemimpinan pendeta terhadap pertumbuhan gereja.
Copyrights © 2019