Lahan pascatambang batubara oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di wilayah kecamatan Sangasanga mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field melaksanakan program Sistem Inovasi Sosial Terpadu Kelompok Tani Setaria (TANTE SISKA) sebagai wujud good corporate governance sebagai perusahaan yang mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa program TANTE SISKA sudah cukup baik dari segi people, prosperity, partnership, dan peace. Namun, dalam segi planet, program CSR diharapkan lebih mengedepankan kesehatan dan bencana alam yang menjadi hal fundamental dan pada akhirnya bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis perusahaan. Post-coal mining land by irresponsible persons in the Sangasanga sub-district has resulted in various negative impacts on people's lives. Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field implements the Setaria Farmer Group's Integrated Social Innovation System (TANTE SISKA) program as a form of good corporate governance as a company that realizes sustainable development. The research method used is literature study. The results showed that the TANTE SISKA program was quite good in terms of people, prosperity, partnership, and peace. However, in terms of the planet, CSR programs prioritize health and natural disasters which are fundamental and ultimately beneficial for the sustainability of the company's business.
Copyrights © 2022