Salah satu komoditas penting perikanan tangkap di Sulawesi Tenggara, khususnya perikanan skala kecil adalah rajungan dengan menggunakan alat tangkap bubu. Usaha penangkapan dikatakan berhasil apabila mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi pelaku usahanya. Penggunaan jenis umpan yang berbeda pada alat tangkap bubu menghasilkan hasil tangkapan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa aspek finansial yang mencakup biaya, pendapatan, keuntungan, dan tingkat kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan menggunakan umpan berbeda, yaitu ikan peperek dan ikan teri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan cara peninjauan, pengamatan serta pengambilan data informasi secara langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tidak tetap yang dikeluarkan setiap tahunnya memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan biaya tetap. Penerimaan terbesar usaha penangkapan rajungan adalah dengan menggunakan umpan ikan peperek dengan keuntungan yang didapat sudah dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan. Usaha penangkapan rajungan menggunakan ikan peperek dikatakan layak dan menguntungkan yang terlihat dari nilai NPV, IRR, dan B/C Ratio dengan pengembalian modal masuk kedalam kategori pengembalian modal sedang. Sedangkan dengan menggunakan umpan ikan teri mengalami kerugian, dimana penerimaan yang didapat tidak dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan.
Copyrights © 2022