Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
2022

Keluarga, Jenis Kelamin, Budaya dan Persepsi Remaja tentang Pernikahan di Bawah Umur

Zahra Gita Disayang (Program Studi Kesehatan Masyarakat, UPN Veteran Jakarta
zahradisayang@upnvj.ac.id (koresponden))

Chahya Kharin Herbawani (Program Studi Kesehatan Masyarakat, UPN Veteran Jakarta)
Agustina Agustina (Program Studi Kesehatan Masyarakat, UPN Veteran Jakarta)
Novita Dwi Istanti (Program Studi Kesehatan Masyarakat, UPN Veteran Jakarta)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2022

Abstract

Underage marriages have continued to increase since the Covid-19 pandemic in Indonesia, including in Bogor Regency. The impact of underage marriage becomes a long-term problem including health and economic problems. This study aims to determine the relationship between family, gender and culture with adolescent perceptions of underage marriage. The study design used was cross-sectional. This study involved 282 junior high school students selected by purposive sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires, then analyzed by Chi square test and multiple logistic regression. The results showed that the p-value for gender = 0.008, family = 0.000 and culture = 0.000, so it was concluded that it was related to adolescents' perceptions of underage marriage. Meanwhile, the variables age, pandemic situation, parents' education, parents' income, ethnicity, peers and social media were not related to adolescents' perceptions of underage marriage. Family is the most related variable in this study. Families are expected to be able to provide attention and supervision to adolescents and provide adolescents with the opportunity to carry out positive activities.Keywords: underage marriage; perception; teenager; family ABSTRAK Pernikahan di bawah umur terus meningkat sejak pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor. Dampak dari pernikahan di bawah umur menjadi permasalahan jangka panjang meliputi masalah kesehatan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara keluarga, jenis kelamin dan budaya dengan persepsi remaja tentang pernikahan di bawah umur. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 282 siswa SMP yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk jenis kelamin = 0,008, keluarga = 0,000 dan budaya = 0,000, sehingga disimpulkan berhubungan dengan persepsi remaja tentang pernikahan di bawah umur. Sementara itu variabel umur, situasi pandemi, pendidikan orang tua, penghasilan orang tua, suku, teman sebaya dan media sosial tidak berhubungan dengan persepsi remaja tentang pernikahan di bawah umur. Keluarga menjadi variabel yang paling berhubungan pada penelitian ini. Keluarga diharapkan dapat memberikan perhatian dan pengawasan pada remaja serta memberikan remaja kesempatan untuk melakukan kegiatan positif.Kata kunci: pernikahan di bawah umur; persepsi; remaja; keluarga

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sf

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical ...