Desa ngingas Sidoarjo memiliki banyak potensi usaha UMKM yang dapat dikembangkan. Beberapa diantaranya pengolahan logam oleh para pengrajin logam sesuai dengan julukannya kampong logam dan pengolahan makanan. Namun pada masa pandemic ini omzet penjualan usaha-usaha tersebut berkurang dikarenakan masih dilakukan secara tradisional. Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan beberapa skala prioritas pemecahan diantaranya pembuatan dan pelatihan digital marketing dan platform keuangan sehingga harapannya dapat meningkatkan omzet produksi. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini dengan melakukan analisa situasi diantaranya menggunakan metode wawancara kepada Kepala Desa Ngingas bapak Samiāun Spd, kemudian melakukan FGD melalui rapat atau berkumpul bersama dibalai desa bersama aparat desa dan warga sekitar sebagai pelaku usaha dan survey lapangan menuju lokasi perwakilan usaha UMKM tersebut. Hasil yang didapat dalam pemetaan ini sebagian besar masyarakat desa ngingas adalah pengrajin logam dengan 300 usaha pengolahan logam dan sisanya merupakan pelaku usaha pengolahan makanan. Kemudian untuk permasalahan yang dapat diangkat adalah kurangnya informasi pengetahuan dan keahlian dalam hal pemasaran berbasis digital sehingga dimasa pandemic ini omzetnya kian menurun. Sehingga dengan adanya pemetaan potensi usaha yang dikembangkan tim pengabdi dapat menyusun skala prioritas permasalahan-permasalahan dan menemukan solusi yang tepat dalam peningkatan usaha
Copyrights © 2022