Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan pendidikan di Afghanistan pada masa pemerintahan Taliban (1996-2001), bahasan dalam artikel ini mencakup keadaan pendidikan formal yakni sekolah dasar, menengah, dan tinggi serta pendidikan non-formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Pada masa pemerintahan Taliban, seluruh sekolah dasar dan menengah modern diubah menjadi madrasah dengan kurikulum pemerintah Taliban untuk madrasah negeri dan Dars i-Nizami untuk madrasah swasta. Perempuan di Afghanistan pada masa tersebut dibatasi kebebasannya untuk menempuh pendidikan. Meskipun demikian, lembaga organisasi non-pemerintahan internasional membentuk sekolah modern di pedesaan Afghanistan khusus untuk perempuan. Sistem perguruan tinggi mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Taliban. Menjelang keruntuhan Taliban pada tahun 2001, hanya tersisa 7 perguruan tinggi dari 14 perguruan tinggi yang awalnya diizinkan beroperasi oleh pemerintah Taliban. Faktor yang mempengaruhi kemunduran tersebut ialah represi militer Taliban di dunia pendidikan, dominasi etnis Pashtun, pembatasan pendidikan untuk perempuan, dan sistem pendidikan yang berbeda dari umumnya. Pada masa pemerintahan Taliban berkembang beberapa pendidikan non-formal seperti pendidikan agama Islam untuk anak-anak, perkumpulan kursus menjahit perempuan, dan pelatihan militer oleh al-Qaeda.
Copyrights © 2022