Jumlah sampah yang dihasilkan warga Kota Bandar Lampung cukup fantastis. Dalam sehari, setidaknya warga ibu kota Provinsi Lampung ini membuang antara 700- 800 ton sampah. Pasar Tempel Way Kandis sebanyak 13m3/hari, yang terangkut ke TPA sebanyak 8m3/hari. Tujuan: Penelitian diketahui pegelolaan sampah pasar tempel di pasar tempel Way Kandis Kecamatan Tanjung Seneng Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian adalah deskriftip kualitatif dengan 7 Informan. Penelitian di lakukan Agustus 2020, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview), Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam dokumen pribadi, dokumen resmiHasil penelitian: dapatkan Timbulan sampah 3-4m3 /hari, timbulan sampah berasal dari pedagang, pembeli, Pewadahan Sampah.Pengumpulan sampah di pasar Way Kandis kurang baik dikarenakan di setiap pedagang tidak semuanya ada sarana seperti kotak sampah, Pemindahahan sampah di dapatkan waktu pemindahan perlu di lakukan pengkajian ulang karena sampah masih terlihat menumpuk dengan 2 kali pemindahan. Pengangkutan sampah di pasar Way Kandis 2 kali sehari pada pukul 4.00 wib dan 19.00 wib, menggunakan truk, tetapi pengangkutan masih di lakukan pencampuran jenis sampah belum di pisahkan jenis sampah. pengelolaan sampah dari pasar Waykandis di TPS, adalah seluruh tugas petugas sampah, Penyingkiran sampah pengurukan/ pemrosesan akhir sampah yang dari Pasar di proses di TPA Bakung hanya sampah organik yang di olah petugas Dinas Lingkungan Hidup.
Copyrights © 2022