Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan pasar modal syariah dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi global pasca pandemi COVID-19. Metode penelitian menggunakan kepustakaan yang dikaji secara deskriptif kualitatif, dimana peneliti mengkaji beberapa literatur seperti buku, artikel, dan data terkait, kemudian dideskripsikan dengan kata-kata dalam laporan. Hasil penelitian menunjukkan, hanya reksa dana syariah yang merespon negatif terhadap ancaman resesi ekonomi global ini. Untuk saham syariah menunjukkan perkembangan yang baik, terbukti pada tahun 2022 periode I jumlah sahamnya adalah 524, meningkat dari tahun sebelumnya jumlah sahamnya hanya 484. Untuk sukuk perkembangannya juga sangat cepat dan bagus, sampai September 2022, akumulasi nilai penerbitan sukuk mencapai 80,66 triliun dengan akumulasi jumlah emisi 383. Sementara nilai outstanding 39,85 triliun dengan jumlah outstanding sukuk sebanyak 211. Reksa dana syariah turun dari April. Dan pada September penerbitan reksa dana syariah hanya 271 dengan NAB 40.342,63 miliar.
Copyrights © 2022