Kekonsistensian dokumen rekam medis dapat dilakukan melalui analisis kualitatif dokumen rekam medis. Rekam medis yang konsisten dapat membantu tenaga kesehatan menilai keadaan pasien dan mempertimbangkan tindakan apa yang seharusnya diberikan kepada pasien. Berdasarkan suvei pendahuluan ditemukan dari 5 jurnal terdapat dokumen yang konsisten dan tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekonsistensian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap berdasarkan 6 review analisis kualitatif. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan retrospektif, metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Populasi sebanyak 5 dokumen dengan sampel sebesar 5 dokumen. Instrumen penelitian menggunakan checklist, penyajian data menggunakan uraian, tabel serta analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan review kelengkapan dan kekonsistensian diagnosa terdapat konsisten sebesar 80% dan 20% tidak konsisten; Review kekonsistensian pencatatan diagnosa terdapat konsisten sebesar 37% dan 56% tidak konsisten; Review pencatatan hal-hal yang dilakukan saat perawatan dan pengobatan terdapat konsisten sebesar 74% dan 26% tidak konsisten; Review terhadap informed consent terdapat konsisten sebesar 72% konsisten dan 38,3% tidak konsisten; Review cara atau praktik pencatatan terdapat konsisten sebesar 26% dan 72% tidak konsisten; Review hal-hal yang menyebabkan tuntutan ganti rugi terdapat konsisten sebesar 18,3% dan 81,9% tidak konsisten. Kesimpulan dari hasil studi literature analisis kualitataif dokumen rekam medis rawat inap terdapat kekonsistensian sebesar 85,43% dan ketidakkonsistensian sebesar 14,56%. Sebaiknya profesional pemberi asuhan yang bertanggungjawab lebih disiplin dalam pengisian dokumen dan ditingkatkan tentang pentingnya kekonsistensian dokumen rekam medis.
Copyrights © 2020