Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai merupakan suatu kegiatan pengaturanterhadap obat yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Tujuannya adalah agar mutu obat yang tersedia di puskesmas dapat dipertahankan sesuai dengan persyaratan yang Berdasarkan surve awal di Klinik Pratama Lingkar Barat. Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi Klinik tersebut memiliki tingkat cakupan 75 %. Maka peneliti ingin melakukan penelitian terhadap Evaluasi Penyimpanan Obat di Klinik Pratama Lingkar Barat. Apakah sistem penyimpanannya sudah sesuai dengan standar penyimpanan yang telah ditetapkan ditetapkan. Penelitian menggunakan metode penelitian observasional dengan rancangan cross sectional secara deskriptif, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di Klinik Pratama Lingkar Barat Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang diambil adalah data obat yang masuk dalam kategori persentase obat kadaluarsa, persenntase stok mati dan persentase stok akhir menggunakan populasi. Total populasi diambil secara random. Populasi yang digunakan adalah populasi ketersediaan obat di Instalasi Farmasi. Berdasarkan hasil penelitian dari 20 pertanyaan yang diteliti, penyimpanan obat di Klinik Pratama Lingkar Barat yang sesuai adalah 13 pertanyaan dengan persentase kesesuaian yaitu 65%, dan yang tidak sesuai sebanyak 7 pertanyaan dengan persentase kesesuaian 35 % .Indikator yang belum efisien adalah persentase obat yang kadaluarsa, persentase stok obat mati, dan stok akhir obat.
Copyrights © 2019