Stok ikan pelagis kecil merupakan stok ikan yang paling tinggi dan paling banyak ditangkap untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Ikan pelagis umumnya hidup di perairan dangkal dan membentuk kawanan yang bertindak sebagai konsumen perantara dalam rantai makanan (antara produsen dan ikan yang lebih besar), sehingga memerlukan tindakan perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan pemanfaatan ikan pelagis di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pengambilan sampel ikan menggunakan kajian pustaka informasi data dari nelayan dan pelaku ekonomi lainnya yang memanfaatkan ekosistem ikan pelagis. Ikan pepetek diperkirakan akan mati lebih awal dari ikan tongkol karena ikan pepetek mencapai panjang tubuh asimtotik lebih awal dari ikan tongkol dengan faktor pertumbuhan rendah dalam hasil penelitian dengan tingkat pertumbuhan tinggi. Pepetek, kurisi, kuniran, tongkol dan tembang memiliki tingkat eksploitasi yang sangat rendah di bawah 50%. Untuk ikan kembung, tingkat pemulihannya adalah 70,85%. Artinya, rata-rata tangkapan yang terjadi di perairan Indramayu tidak melebihi batas optimal 50% sehingga tidak terjadi penangkapan berlebih.
Copyrights © 2022