Fenomena membagikan foto dan narasi tentang rumah tinggal di media sosial muncul di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang pesat. Hal tersebut mengubah sifat rumah yang semula privat menjadi lebih terekspos secara publik. Kondisi kontradiksi terlihat bahwa orang cenderung mempublikasi rumah pada media sosial, sedangkan secara fisik masyarakat yang tinggal di perumahan saat ini lebih memilih tinggal di lingkungan eksklusif yang mempunyai privasi tinggi. Tujuan penelitian ini yakni mengeksplorasi bagaimana karakteristik visual rumah tinggal pribadi ditampilkan di media sosial dan mengidentifikasi batas ruang privasiĀ yang ditampilkan oleh pemilik rumah. Metode yang digunakan yaitu kualitatif melalui analisis konten dengan mengidentifikasi foto dan narasi yang di tampilkan oleh pemilik akun media sosial. Mengidentifikasi foto dan narasi dapat memperlihatkan karakteristik visual dan batas privasi lebih detail yang ditampilkan oleh tiap pemilik akun dan memungkinkan variabel lain dapat terungkap. Hasil analisis karakteristik foto memperlihatkan bahwa konsep privasi rumah tinggal secara fisik tidak berlaku pada ruang digital. Terlihat bahwa pemilik rumah tidak hanya menampilkan zona publik, melainkan zona semi publik, semi privat, privat bahkan zona servis. Hasil analisis karakteristik narasi memperlihatkan adanya upaya perilaku yang dapat dilakukan di dalam rumah sebagai upaya memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Pemilik rumah tetap memiliki kontrol secara penuh terhadap batas privasi terkait informasi apa yang ingin dibagikan dan tidak dibagikan. Manajemen batas privasi juga membantu pemilik rumah memilih identitas seperti apa yang ingin ditampilkan melalui atribut arsitektural dalam rumahnya. Pencarian karakteristik diatas dapat memposisikan peran arsitektur hunian dalam membantu memenuhi kebutuhan pemilik rumah untuk dapat mengaktualisasi diri sesuai perkembangan teknologi.
Copyrights © 2022